Nama :
Fathan Zainur Rosyid
Kelas :
Nim :1402046031
Kerangka karangan : 1. Pembagian Probelmatika sepakbola-kerangka
2. Probelmatika sepakbola indonesia-kerangka
Pola gagasan :
Deduktif
Fungsi paragraph : 1. Pembukaan =
tulisan warna biru
2. Isi
= tulisan warna hitam
3. Penutup =
tulisan warna hijau
Jenis Paragraf
: Argumentasi
Kohesi : tulisan
warna merah :karena, dan,
Koherensi :
tulisan warna merah penulis menggunakan kata kunci sepakbola, kata ganti nya yang kembali pada sepakbola.
Sepakbola adalah olahraga yang dimainkan oleh sebelas pemain,yang di
dalamnya terdapat berbagai peraturan (low of the game) peraturan ini
dapat beubah sesuai dengan kebutuhan, tentunya melalui regulasi FIFA, sepakbola juga termasuk olahraga yang paling digemari di dunia. Hal ini menarik
perhatian bebagai kalangan untuk menjadikannya sebagai komoditas lahan bisnis
dan politik. Ibarat tak ada gading yang tak retak, dalam sepakbola pun terdapat problematika-problematika yang
mengiringi kebesaran namanya, disini penulis
membagi ke dalam dua hal yakni lingkup intern dan ekstern, mengapa demikian karena pada hakikatnya kedua hal tersebut akan
mempengaruhi sportifitas dan prestasi permainan dan subjek sepakbola. Problem
intern yang penulis maksud disini yaitu hal yang terkait di dalam pertandingan
itu sendiri,poin pertama,skill dan kekompakan pemain, tentunya dua aspek ini
diperlukan setiap pemain dan tim agar meraih
prestasi adapun ketika salah satu aspek tersebut tidak terpenuhi maka yang
terjadi hanyalah suguhan permainan monoton dan prestasi pun akan sulit didapat.
Kepemimpinan wasit juga berpengaruh pada hasil pertandingan terlepas
keputusan-keputusan kontrversi itu di keluarkan sengaja ataupun tidak yang
jelas pemahaman wasit terhadap peraturan juga patut di perhatikan, kemudian
poin terakhir yang yakni pemain ke duabelas atau supporter,kita semua tahu
bagaimana antusiasme para supporter ketika tim kesayangannya berlaga,jika hal
ini tidak di barengi dengan semangat sporifitas maka kericuhan akan terjadi,
terlebih jika tim yang di cintainya menelan kekalahan. Sedangkan faktorn
ekstern yang penulis maksud di sini tentang segala hal yang berada diluar
lapangan namun tetap berhubungan dengan sepakbola, semisal pembinaan sepakbola usia dini yang di kelola
oleh suatu tim atau pengurus sepakbola sebuah Negara. Pengaturan skor juga
termasuk hal yang dapat menodai indahnya olahraga ini.
Di
Indosesia faktor intern maupun ekstern juga kerap mewarnai persepakbola
Indonesia di lingkup intern kita masih
melihat banyak pemain Iiga Indonesia yang masih sering salah control dan
bola yang notabennya merupakan teknik dasar dalam olahraga ini. Masalah wasit
juga sering menjadi masalah di persepakolaan neri ini, seringnya wasit
membiarkan pemain bermain terlalu kasar, kitabisa membandingkan dengan di Liga
Inggris bagaimana wasit dengan tegas meniup peluitnya jika ada pelanggaran
sekecil apapun, sementara problem ekstern yang ada di persepakbolaan Indonesia
diantaranya beberapa klub ISL yang kurang
profesional dalam mengelola manajenmen keuangannya sehingga gaji pemain
“nunggak” berbulan-bulan,pembinaan usia dini yang seharusnya di lakukan secara
berjenjang untuk kepentingan masa depan sepkabola Indonesia hingga kini belum
dilakukan secara maksimal, buktinya kita bisa melihat ketika belum lama ini
Timnas berlaga di piala AFF, banyaknya pemain yang berumur di atas 30 tahun
menunjukan seakan betapa kurangnya pemain muda potensial di Negeri ini. Masalah
terakhir adalah pengaturan skor, dalam lajutan kompetisi Divisi Utama terjadi
sepakbola gajah yang diperankan oleh PSS
Sleman dan PSIS Semarang, banyak di
sinyalir di dalamnya memuat praktek
pengaturan skor.Begitu banykanya masalah yang
ada di persepakbolaan negeri ini membuat mengelus dada, tentunya kita
menginginkan perbaikan di semua aspek dan itu harus dilakukan oleh semua pihak-pihak
yang terkait, demi majunya sepakbola Indonesia.